Home Blog Disiplin Diri mencegah DBD

Disiplin Diri mencegah DBD

by punggawa

Disiplin Diri mencegah DBD

Setiap musim hujan tiba, rumah sakit akan mengalami lonjakan jumlah pasien. Adakalanya, pasien terpaksa di rawat di koridor rumah sakit. Penyakit yang paling banyak adalah demam berdarah (DB) dan demam berdarah dengue. Kejadian ini terus berulang setiap musim penghujan. DB dan DBD sudah menjadi penyakit yang menakutkan. Jumlah pasien yang dirawat sangat tinggi. Jumlah kematian juga termasuk tinggi. Pemerintah dan dinas kesehatan perlu bahu membahu mengiringi warga negaranya untuk disiplin menjalani hidup sehat. Waspada DBD harus terus dicanangkan setiap kali menyambut musim hujan.

nyamuk

Waspada DBD dengan program 3M yaitu:

  1. menguras,maksudnya adalah kita harus rajin menguras tempat penampungan air secara rutin. Air di bak mandi, talang hujan, ember, dan wadah-wadah lain yang terisi air harus rajin dikuras airnya.
  2. menutup, maksudnya adalah menutup tempat penampungan air agar bebas dari nyamuk dan jentik air. Nyamuk sangat suka air jernih dan seing meletakkan telurnya ke dalam air.
  3. Mengubur, maksudnya adalah mengubur barang-benda yang tak terpakai dan benda tersebut kemungkinan menjadi tempat genangan air.

Program 3M di atas sudah sering sekali didengungkan pemerintah. Pemerintah kota yang terdekat juga telah berkali-kali melakukan program waspada DBD dengan memberikan penyuluhan dan pengasapan. Tetapi nampaknya DB dan DBD masih sulit ditaklukkan. Jumlah pasien DBD masih saja tinggi. Karena itu, kita harus lebih mewaspadai DB dan DBD ini dengan cara:

  1. Menghindari genangan air dengan 3M
  2. Bekerja sama dengan pihak sekolah agar disiplin menjalankan 3M, jika perlu dilakukan pengasapan di luar jam sekolah
  3. Mengoleskan minyak telon/minyak sereh/obat nyamuk oles sebelum anak sekolah.

Setelah pencegahan maksimal dilakukan, ada baiknya jika orang tua mengetahui gejala DB dan DBD agar dapat mencegah anak terkena penyakit ini serta penangananya.

gejala

Gejala:

  1. Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari disertai tubuh menggigil
  2. Nyeri di kepala, punggung,tungkai, persendian dan mata saat digerakkan
  3. Bola mata memerah
  4. Bisa terjadi gejala mual, muntah, penurunan nafsu makan, sakit perut, diare, sakit kepala, dan mimisan
  5. Muncul bintik-bintij merah karena pembuluh darah pecah.
  6. Pada pemeriksaan laboratorium, terjadi penurunan trombosit dan peningkatan hematokrit.

JIka anak mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya anak segera diperiksakan ke dokter atau rumah sakit. Adakalanya dokter menyarankan perawatan di rumah, dan inilah cara penanganan pasien DBD di rumah:

  1. Pantau perkembangan penyakit anak sesuai perintah dokter
  2. Pastikan anak meminum banyak cairan dan pantau sush tubuhnya
  3. Setiap 3 hari bawa anak kembali ke dokter agar diperiksa hemoglobon, trombosit dan hematokritnya
  4. Jika anak masih belum membaik, harus segera dirawat di rumah sakit.

Penyakit DBD dapat dicegah dengan cara mendisiplinkan diri dan lingkungan dengan 3M. Semua area yang ditempati anak seperti rumah dan sekolah harus melakukan 3M. Disiplin 3M, pengasapan, sertamengoleskan minyak telon/sereh/lotion anti nyamuk dapat mencegah penyakit DBD secara efektif. Kita bisa membuat Indonesia bebas siaga DBD dan semua itu berawal dari disiplin kita semua.

 

Fera Wijaya

You may also like

Leave a Comment